20130424

REQUIEM




Kuletakkan kebanggaan di balik jendela
kutitipkan apa yang tidak kau bawa
Kau yang terasing dari diri sendiri
arus sungai membawamu pulang
berkaca atau tidak
Kubisikkan  engkau pesan
seratus tahun dari sekarang
Bks, 250413

20130417

SEPARUH AKU SEPARUH BAYA



pohon bugenvil itu masih tumbuh di pekarangan
kembangnya ungu agak pucat, seringkali jatuh berserakan
saat musim hujan belakangan ini, kau akan melihatnya
jika singgah di Sukabumi setelah bertahun
sejak waktu menjauh dari masa kanak-kanak dan masa sekolah
rumah berkamar banyak itu kini hanya ditinggali ibu sendirian
kau dan kehidupan rumah tanggamu kesibukan yang lain
bahkan anak-anakmu telah beranjak dewasa dengan
segala kekalutan dan kebanggaan remaja
tidak sebulan sekali kau datang melihat suplir
yang tumbuh berjejer di tepi kolam kecil di samping rumah
pakis, kembang kuping gajah dan lidah buaya
terawat dengan baik meski kau lupa
kapan terakhir kali kau berbuat baik pada Ayah
yang lama terbaring di pekuburan sesak di bawah kamboja
tidak sampai seberapa kau membalas budi orang tua
pencarian semu kesombongan membuang waktu
di depan teras  aku berhenti berbicara dengan diri sendiri
menyaksikan kembang bugenvil  tertimpa hujan

Bekasi, 18 April 2013

20130404

SAMPAI DI SINI



Sesiang kemarin aku melintasi jalan itu setelah bertahun,
seorang sahabat dari masa lewat mengusik ingatku.
Lama ia pergi aku tak sempat singgah di kuburnya.
Keramahan, senyum-tawa dan segala ramahnya menyapaku.
Pohon mangga di halaman masih tegak berdiri,
meski roda kehidupanmu telah terhenti.
Aku ingin kembali duduk di beranda dan bercakap,
segala rencana usaha yang kau tuliskan,
dan segala mimpi yang ingin kau wujudkan.
Aku mengulas sebentar tentang anak-anakmu
dan masa depan,
ketika mereka bercengkrama di depan TV dan bernyanyi.
Engkau merangkul mereka penuh cinta meminta mereka pergi.
Kelembutan yang khas dan senyum itu telah sirna.
Anak-anakmu kini entah dimana,  juga segala rencana.
Aku masih di sini, sahabatku, bergelut sebentar lagi,
pada hari yang begitu cepat berlari.
Kegelisahan, kesedihan dan kecemasan tidak diperlukan,
sebab pada ujungnya terhenti  tak terduga.
Apa yang ingin kuraih dan kemana akan pergi?
Sampai di sini aku berharap membeku,
dari segala kebanggaan dan pengakuan semu.
Ringankan langkah dan sedikit keperluan,
untuk kehidupan panjang sesungguhnya.

Revisi 040413

MY WAY

Sisa kabut tertinggal di anyelir
dan keruhnya tertiup angin
pada hari aku dimakamkan.

Segala amarah tak menetesiku
aku tuli dan buta di balik batu.

Segala diam tak mengoyakku
diam dan celoteh dalam luapan
aku dan adaku.