RAJA
Dan rumahku dari bilik bambu,
pada cakrawala megah-Mu,
aku tertatih dalam kelalaian memabukkan
satu gelas sapa tidak menjerakanku
bahkan kedua, terpikat berhala anggur semu.
Fajar datang melintas mega,
Segala mahluk mengelukan-Mu,
bahkan iblis mengakui hadir-Mu
metafora mana mampu kusandingkan?
sekedar asa tak mereguk realita.
Seret aku pada pintu Raja,
pada sisi-Nya segalanya tiada.
Bekasi, 23 Des. 2011
PUISI SETENGAH HATI
Dan aku sujud
pada sajadah terbelah,
berbagai gambar,
ambisi,
menguliti,
menebar.
Kuseret angkuhku berpuluh tahun
saat hawa tak berdarah.
Pengakuan palsu
Ucapan, pikir, rasa
dalam sujud
saling menikam.
Bekasi, 5 Jan.2012
PUISI UNTUK RAJA
Malam tersengal pada keheningan bening,
langkah-langkah panjang terhenti di hamparan .
Kedalaman makna yang membekas,
saat lantunan terasa sumbang
Aku memikul sesaknya memeluk gelisahnya
menimang diri mencari pada beribu puisi
yang beranalogi bintang, bulan dan matahari
ketika Ibrahim telah jauh melangkahi bumi
maka kubasuh selembut jari
kerinduan padat yang mengisi ruang
melampaui batas makan,minum, bersebadan.
Pun daun-daun mahoni yang gugur kemarin,
yang memberi cintanya sendiri pada tanah.
Maka perkenankan hamba mendekat.
Sekukuh karang serapat bayang.
Bekasi, 9 Jan.2012