Dan kau menanti pulang
di antara apitan pohon jati sepanjang
jalan bertaburan daun mahoni
desir angin menyisir rumpun bambu
detik menuntunmu
detak menunggu
di antara apitan pohon jati sepanjang
jalan bertaburan daun mahoni
desir angin menyisir rumpun bambu
detik menuntunmu
detak menunggu
Kini berpalinglah dari bising
suara-suara rasa dan pikir, kelengahan belengu
pengakuan semu
rerumputan kering menyita waktu
seperti janin dalam rahim
merasa bangga dan puas dengan darah
tersekat dari taman-taman indah
suara-suara rasa dan pikir, kelengahan belengu
pengakuan semu
rerumputan kering menyita waktu
seperti janin dalam rahim
merasa bangga dan puas dengan darah
tersekat dari taman-taman indah
Bangunlah, sayang
sekarang
bukan sekembali pulang
sekarang
bukan sekembali pulang
Bks, 07032013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar