Tahun sebentar lewat meninggalkanmu
di balik jendela,
Tulisanmu, goresmu, tawamu, senyummu, pedihmu tergerus ombak,
yang berkeras menghempas ke ujung tak jemu.
Apa ingin dan bahagiamu yang kau cari dari tepi ke tepi?
Hujan menari-nari dan selalu kembali pada rupa berbeda
Menyuapi rumpu-rumput pada dahaga yang sama.
Adakah kau temukan akumu pada batu-batu yang bersikukuh?
atau pada ranting-ranting pohon yang terus tumbuh?
Tersenyumlah sayang, sebab hari terbuang tak berselang,
walau kau mengaduk asa tak akan kembali meraihnya.
mawar bermekaran tidak pada pengakuan lalu-lalang.
tapi di kelembutan tanah hati dan keriangan senyum air
Berlarilah mereka berlari seolah tak bercermin.
Dari mana engkau datang?
Kemana kau akan pergi?
Tulisanmu, goresmu, tawamu, senyummu, pedihmu tergerus ombak,
yang berkeras menghempas ke ujung tak jemu.
Apa ingin dan bahagiamu yang kau cari dari tepi ke tepi?
Hujan menari-nari dan selalu kembali pada rupa berbeda
Menyuapi rumpu-rumput pada dahaga yang sama.
Adakah kau temukan akumu pada batu-batu yang bersikukuh?
atau pada ranting-ranting pohon yang terus tumbuh?
Tersenyumlah sayang, sebab hari terbuang tak berselang,
walau kau mengaduk asa tak akan kembali meraihnya.
mawar bermekaran tidak pada pengakuan lalu-lalang.
tapi di kelembutan tanah hati dan keriangan senyum air
Berlarilah mereka berlari seolah tak bercermin.
Dari mana engkau datang?
Kemana kau akan pergi?
Bekasi, 28 Desember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar