Tak akan lama lagi segala
adamu terhapus di sini,
segala jejakmu telah tercatat di langit, garis-garis yang memerah di kakinya
di waktu senja walau kau lupa. Entah kau menemukanmu atau terpedaya,
aku membawamu pada harum bunga di padang pasir saat kau bersenandung,
nyanyian yang kau coba raih sepanjang hidup, ketika kau melihat orang-orang
dan menyandingkan kakimu, bahagiamu, gelisahmu, kecewamu dan perihmu.
Maka mengertilah, sayang. Walau kau diam atau berjalan.
Bahkan kau berlari-lari seolah padang tak bertepi,
menggapai mimpi pada pemimpi. Gemerlapnya memukau hati.
Tawamu, tangismu pada penerimaan atau penolakan ilalang
yang tak lama juga gersang. Aku akan mendaki bukit dan gunung,
yang di puncaknya aku mengecupmu dengan sesungguhnya,
Merangkai bingkai pada bingkai. Berkaca pada kaca..
Akh, jangan hanya menunggu renta dan terbaring sakit-sakitan
lalu mati sia-sia begitu saja bagai binatang.
segala jejakmu telah tercatat di langit, garis-garis yang memerah di kakinya
di waktu senja walau kau lupa. Entah kau menemukanmu atau terpedaya,
aku membawamu pada harum bunga di padang pasir saat kau bersenandung,
nyanyian yang kau coba raih sepanjang hidup, ketika kau melihat orang-orang
dan menyandingkan kakimu, bahagiamu, gelisahmu, kecewamu dan perihmu.
Maka mengertilah, sayang. Walau kau diam atau berjalan.
Bahkan kau berlari-lari seolah padang tak bertepi,
menggapai mimpi pada pemimpi. Gemerlapnya memukau hati.
Tawamu, tangismu pada penerimaan atau penolakan ilalang
yang tak lama juga gersang. Aku akan mendaki bukit dan gunung,
yang di puncaknya aku mengecupmu dengan sesungguhnya,
Merangkai bingkai pada bingkai. Berkaca pada kaca..
Akh, jangan hanya menunggu renta dan terbaring sakit-sakitan
lalu mati sia-sia begitu saja bagai binatang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar