20130220

PUISI UNTUK RAJA




RAJA

Dan rumahku dari bilik bambu,
pada cakrawala  megah-Mu,
aku tertatih dalam kelalaian memabukkan
satu gelas sapa  tidak menjerakanku
bahkan kedua, terpikat  berhala  anggur  semu.

Fajar datang melintas mega,
Segala mahluk mengelukan-Mu,
bahkan iblis mengakui hadir-Mu
metafora mana mampu kusandingkan?
sekedar asa tak mereguk realita.

Seret aku  pada pintu Raja,
pada  sisi-Nya segalanya tiada.

Bekasi, 23 Des. 2011

PUISI SETENGAH HATI

Dan aku sujud
pada sajadah terbelah,
berbagai gambar,
ambisi,
menguliti,
menebar.

Kuseret  angkuhku berpuluh  tahun
saat  hawa  tak berdarah.

Pengakuan palsu
Ucapan, pikir,  rasa
dalam sujud
saling menikam.

Bekasi, 5 Jan.2012

PUISI UNTUK RAJA

Malam tersengal pada keheningan bening,
langkah-langkah panjang terhenti di hamparan .
Kedalaman makna yang membekas,
saat lantunan terasa sumbang
Aku memikul sesaknya memeluk gelisahnya
menimang diri mencari pada beribu puisi
yang beranalogi bintang, bulan dan matahari
ketika  Ibrahim telah jauh melangkahi bumi
maka kubasuh selembut jari
kerinduan  padat yang  mengisi ruang
melampaui batas makan,minum, bersebadan.
Pun daun-daun mahoni yang gugur kemarin,
yang  memberi cintanya sendiri  pada tanah.
Maka perkenankan hamba mendekat.
Sekukuh karang serapat bayang.

Bekasi, 9 Jan.2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar